Quality Control Adalah ? | Tugas dan Tanggung Jawabnya

Dalam rekayasa manufaktur, quality control adalah pengendali mutu dan kualitas yang melibatkan pengembangan sistem. Tujuan dilakukan pengendalian ini adalah untuk memastikan bahwa setiap produk dan jasa yang dirancang dan diproduksi sudah memenuhi persyaratan dari pelanggan (produsen). Pengendalian mutu dan kualitas dikembangkan dengan disiplin bisnis atau rekayasa lain menggunakan pendekatan lintas fungsional. Contoh standar pendekatan yang digunakan untuk pengendalian mutu adalah ISO 9001:2008 dan TQM (Total Quality Management).

Salah satu faktor penting untuk bisa memenangkan persaingan pasar adalah kualitas suatu produk maupun layanan yang diberikan. Kualitas sering menjadi sebuah tolok ukur dan pembeda antara suatu produk dan layanan yang satu dengan yang dimiliki oleh produsen lainnya. Oleh karena itu setiap produsen akan memberikan produk dan layanan yang berkualitas dan berbeda dari produsen lain. Kualitas dapat diartikan sebagai tingkat baik dan buruknya produk yang dihasilkan, apakah produk tersebut sudah sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan, atau sudah sesuai dengan kesesuaian terhadap kebutuhan yang diinginkan.

quality control adalah
Quality Control Adalah

Untuk bisa menjaga dan meningkatkan kualitas, sebuah perusahaan manufaktur pada umumnya menggunakan teknik pengendalian kualitas (Quality Control). Teknik ini akan digunakan untuk memastikan bahwa produk akhir atau layanan yang ditawarkan sudah memenuhi persyaratan dan standar kualitas yang ditetapkan.

Quality Control Adalah?


Pengendalian mutu / quality control adalah proses yang menjadikan sebuah entitas sebagai peninjau kualitas yang diukur dari semua faktor yang terlibat ke dalam kegiatan produksi. Terdapat tiga aspek yang ditekankan pada pengendalian ini. Diantaranya adalah:

  1. Unsur-unsur seperti kontrol, manajemen pekerjaan, proses-proses yang telah didefinisikan dan telah dikelola dengan baik, kriteria integritas dan kinerja, dan identifikasi catatan.
  2. Kompetensi yang berkaitan dengan pengetahuan, keterampilan, pengalaman dan juga kualifikasi.
  3. Elemen lunak yang berkaitan dengan sistem kepegawaian, integritas, kepercayaan, budaya yang ada didalam organisasi, motivasi, semangat tim dan hubungan yang berkualitas.


Lingkup kontrol termasuk kedalam inspeksi produk, dimana setiap produk nantinya akan diperiksa secara visual. Pemeriksaan tersebut menggunakan mikroskop stereo untuk mendapatkan detail halus produk, sebelum nantinya akan dijual ke pasar eksternal. Yang akan bertugas untuk mengawasi hal ini akan diberikan daftar dan deskripsi catatan dari produk cacat yang tidak dapat diterima (tidak dapat dirilis). Jika produk mengalami keretakan (catat) pada bagian permukaan. Karena hal ini sangatlah penting, jika ketiga aspek tersebut tidak tercukupi, maka kualitas dari produk nantinya akan beresiko mengalami kecacatan.

Baca juga : Tugas dan tanggung jawab menjadi Internal Audit Staff

Yang akan ditekankan pada proses quality control adalah pengujian produk untuk mendapatkan produk cacat. Dalam proses pemilihan produk yang nantinya akan diuji, akan dilakukan pemilihan produk secara acak. Pemilihan produk dilakukan menggunakan teknik sampling. Setelah selesai dilakukan proses pengujian produk, nantinya akan dibuatkan sebuah laporan yang akan diberikan kepada manajemen pembuat keputusan. Nantinya mereka yang akan menentukan apakah produk dapat dirilis atau ditolak. Hal ini dilakukan untuk menjamin kualitas dan mutu produk yang akan dirilis, dan juga merupakan upaya guna meningkatkan dan menstabilitaskan proses produksi (proses lainnya yang berkaitan) untuk menghindari dan meminimalisir isu-isu pengendalian mutu yang tidak baik.

Teknik dan Alat yang akan digunakan saat melakukan Quality Control adalah?


Terdapat tiga teknik umum yang akan digunakan oleh sebuah perusahaan manufaktur diantaranya adalah:

  1. Inspeksi atau Inspection adalah menguji produk yang dikirim ke pelanggan untuk memastikan tidak ada produk yang cacat dengan persyaratan kualitas yang sudah ditentukan.
  2. Statistical Sampling adalah memilih jumlah unit/produk secara acara untuk memeriksa kembali produk tersebut. Memastikan bahwa setiap produk yang dikirim tidak terdapat kecacatan dan sudah sesuai dengan kualitas yang ditentukan. 
  3. Tujuh alat pengendalian kualitas (Histogram, Control Chart, Scatter Diagram, Pareto Diagram, Cause, Check Sheet and Effect Diagram dan Flowchart). Alat-alat ini nantinya akan digunakan untuk membantu menemukan ketidaksesuaian dan kecacatan produk.


Pengendalian Mutu Total / Total Quality Control Adalah ?


Pengendalian mutu total (manajemen mutu total) merupakan pendekatan yang melampaui penggunaan teknik-teknik pada saat melakukan pengendalian mutu statistik biasa dan metode peningkatan mutu. Pengendalian mutu total atau total quality control adalah gambaran lengkap dan evaluasi ulang yang dilakukan dari spesifikasi dari produk. Pada proses ini tidak hanya melibatkan fitur-fitur yang tidak terbatas yang tidak dapat diubah dalam proses sebelumnya, jika ditemukan spesifikasi asli yang tidak mencerminkan persyaratan mutu yang benar, maka kualitas dari spesifikasi tersebut nantinya tidak dapat di inspeksi atau tidak dapat diproduksi menjadi sebuah produk. Contohnya, sebuah desain dari bejana tekan harus mencakup tidak hanya material dan dimensi, namun juga bagaimana tentang operasinya, dampak penggunaan terhadap lingkungan, faktor keamanan, keandalan dan persyaratan kemampu-rawatan, serta dokumentasi dari temuan-temuan yang berkaitan dengan persyaratan tersebut. Pengendalian mutu total nantinya akan mengacu pada metode manajemen untuk meningkatkan kualitas serta produktivitas dalam sebuah organisasi bisnis. Pendekatan komparatif yang akan bekerja secara horizontal di seluruh organisasi, yang akan melibatkan semua karyawan dan departemen, dan akan diperluas lagi ke belakang maupun depan, termasuk juga para pemasok dan klien. Pengendalian mutu total merupakan salah satu akronim yang digunakan untuk menamai sebuah sistem manajemen yang berfokus kepada kualitas mutu produk. Adapun akronim lainnya yang juga akan digunakan termasuk CQI (Continuous Quality Improvement/ Peningkatan Mutu Berkelanjutan), QFD (Quality Function Deployment), SQC (Statistical Quality Control/ Pengendalian Kualitas Statistik), TQC (Total Quality Control/ Pengendalian Mutu Total), QIDW (Quality in Daily Work/ Kualitas dalam Pekerjaan Sehari-Hari), dll. Seperti halnya dengan sistem diatas. TQM akan menyediakan kerangka kerja untuk menerapkan produktivitas yang lebih berkualitas dan inovatif dan lebih efektif lagi untuk meningkatkan profitabilitas dan daya saing organisasi.

Pengendalian Mutu dan Manajemen Proyek


Dalam proses manajemen proyek pengendalian mutu, dibutuhkan seorang manajemen proyek dan tim proyek yang nantinya bertugas untuk memeriksa pekerjaan yang telah dicapai dan memastikan bahwa keselarasan antara pekerjaan yang telah terselesaikan dengan ruang lingkup proyek. Dalam praktiknya, pekerjaan proyek biasanya memiliki tim khusus pada sistem pengendalian mutu yang berfokus pada daerah ini.

Baca juga : Tugas dan Tanggung Jawab Administrasi Logistik

Manfaat Quality Control Adalah ?


Terdapat beberapa manfaat adanya quality contoh, diantaranya adalah:

  • Menghasilkan produk yang berkualitas tinggi
  • Menghindari terjadinya pemborosan (waste)
  • Meningkatkan efisiensi operasional
  • Memberikan kepuasan pada pelanggan
  • Mengurangi pekerjaan ulang yang dapat merugikan perusahan dalam hal finansial dan waktu
  • Memotivasi tim dalam bekerja lebih baik dengan menghasilkan kualitas produk yang tinggi
  • Meningkatkan kepercayaan pelanggan


Tugas dan Tanggung Jawab Staff Quality Control


Terdapat beberapa tugas dan tanggung jawab menjadi seorang staff quality control diantaranya adalah:

  • Melakukan pemantauan perkembangan seluruh produk yang diproduksi oleh perusahan
  • Bertanggung jawab untuk memperoleh kualitas produk dan jasa perusahaan yang baik
  • Memiliki tugas utama untuk menentukan kualitas produk
  • Melakukan verifikasi kualitas produk dengan menggunakan parameter seperti berat, tekstur, dan sifat fisik lain dari perusahaan
  • Dalam industri mekanikal, staff Quality control akan menjamin kualitas setiap individual. Demikian juga untuk industri, menggunakan metode bervariasi sesuai dengan produk yang akan diuji.
  • Melakukan monitoring setiap proses yang terlibat dalam produksi produk
  • Memastikan kualitas barang yang dibeli dan barang yang sudah jadi sudah sesuai dengan yang diharapkan
  • Melakukan pengelolaan ulang jika terdapat barang yang memiliki kualitas rendah
  • Melakukan dokumentasi inspeksi dan tes pada produk
  • Memastikan bahwa produk sudah memenuhi standar mutu ISO seperti ISO 9001, ISO 9002 dll
  • Bertanggung jawab untuk melakukan identifikasi masalah, atau isu-isu yang berkaitan dengan kualitas produk dan juga harus membuat rekomendasi otoritas yang lebih tinggi lagi.
  • Membuat analisis catatan sejarah perangkat dan melakukan dokumentasi proses sebelumnya yang akan dijadikan sebagai referensi di masa yang akan datang.


Jadi dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan quality control adalah proses yang dilakukan untuk mengendalikan mutu dan kualitas suatu produk, apakah sudah layak untuk di produksi atau tidak. Semoga informasi ini dapat bermanfaat. 😃😃😃

0 Response to "Quality Control Adalah ? | Tugas dan Tanggung Jawabnya"

Posting Komentar

terima kasih sudah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel