-->

Tugas dan Tanggung Jawab Apprentice

Tugas dan tanggung jawab Apprentice - Apprentice adalah seseorang yang melakukan latihan dengan tujuan untuk memperluas pengetahuan tentang pekerjaan, meskipun mereka sudah lama bekerja. Seorang Apprentice sengaja berlatih dan mempelajari pekerjaan yang berbeda dengan apa yang dilakukannya setiap hari dan pada bagian departemen hotel yang berbeda. Bisa saja, di tempat dia bekerja dia adalah seorang senior, tetapi di bagian lain dia juga menjadi seorang junior yang kerap kali perlu mendalami mekanisme kerja dibagian tersebut sebagai bekal karir selanjutnya. Sebagai contoh seorang pekerja Front Office menjadi Apprentice di bagian kitchen karena dia mengikuti Expo di luar negeri. Disana ia akan menjadi seorang koordinator tim yang ikut mendukung Expo tersebut agar lancar segala sesuatunya. Jadi dia mempunyai kesempatan selama 1 bulan untuk mendalami pekerjaan dapur dan restoran serta cara pelayananya.



Tukar menukar Apprentice lintas department selain berguna bagi orang yang dilatih. Juga merupakan salah satu sarana yang digunakan untuk mencapai tingkat multi skill. Apprentice juga dapat dilakukan oleh pekerja di luar hotel, misalnya saja suatu instansi birokrasi pemerintah, seperti pekerja pemerintah daerah yang mengelola wisma milik daerah, mereka tentunya perlu memperdalam pemahamannya tentang pelayanan dan penyediaan makanan di hotel agar dapat dipakai untuk meningkatkan layanan di wisma atau guest house milik Pemda tersebut. Untuk tugas membina Apprentice dari luar dan dari dalam hotel, Supervisor harus bisa menunjukan kemampuannya sebagai seorang trainer yang handal sesuai dengan tugasnya yang antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Mampu memadukan Apprentice untuk mendalami mekanisme pekerjaaan yang dilakukan
  2. Mampu menekankan pentingnya penghematan energi secara praktis dan nyata di lingkungan kerja
  3. Mampu menjelaskan hitung-hitungan finansial atau financial aspect dari pekerjaan tersebut
  4. Mampu menjelaskan keterkaitan bagian tersebut dengan bagian lain, komunikasi, dan juga sistem informasinya
  5. Mampu menjelaskan lebih banyak tentang aspek dari bagian tersebut dan bagaimana mengatasi beberapa problem spesifik yang biasa terjadi pada bagian tersebut


Oleh karena itu, seorang supervisor haruslah kredibel dan memenuhi syarat yang sudah dijelaskan diatas. Faktor lain yang dapat berpengaruh adalah jumlah Apprentice yang ikut dalam seksi tersebut. Perlu Anda ketahui bahwa sebuah seksi harus mampu menetapkan rasio antara pegawai dengan Apprentice. Misalnya saja, suatu seksi dengan 20 pegawai hanya mampu menampung 5 Apprentice saja, karena jika melebihi dari jumlah tersebut, justru akan berdampak kurang baik terhadap suatu seksi. Rasio ini penting untuk menjaga keseimbangan antara beban kerja (workload) dengan tenaga kerja.

Sebagai keterangan bahwa seseorang telah menjalani program Apprenticeship. Pihak manajemen akan mengeluarkan surat, misalnya dalam bentuk sertifikat atau surat rekomendasi, tergantung keperluannya. Surat ini diberikan setelah ada hasil evaluasi dari supervisor tentang tenaga kerja yang telah menjadi program pelatihan. Yang dinilai nantinya adalah bagaimana dia menguasai mekanisme pekerjaan. Dan juga beberapa faktor lainnya seperti disiplin, attitude, komunikasi, leadership, dan lain sebagainya. Apakah selanjutnya pelaku program akan pindah kerja di seksi tersebut, hal itu tergantung dari orang itu sendiri dan kebijakan manajemen serta kebutuhan perusahaan. Jadi ada beberapa hal yang akan dipertimbangkan.

Demikian informasi yang berkaitan tentang Apprentice, semoga informasi ini dapat bermanfaat.

0 Response to "Tugas dan Tanggung Jawab Apprentice"

Posting Komentar

terima kasih sudah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel