Tugas Dan Tanggung Jawab Account Receivable

Tugas Dan Tanggung Jawab Account Receivable - Account Receivable adalah seseorang yang memiliki tugas untuk menentukan keseimbangan cashflow dan neraca perusahaan. Posisi ini berada dalam ranah akutansi, memiliki kaitan erat dengan warehousing, storage dan purchasing. Secara umum mereka memiliki tugas untuk menyediakan layanan keuangan, melakukan kinerja klerikal dan administrasi untuk memastikan pembayaran yang efisien, tepat waktu dan akurat. 

Account Receivable


Tugas Dan Tanggung Jawab Account Receivable

Berikut ini adalah beberapa tugas dari seorang Account Account Receivable:

1. Melakukan penagihan secara up-to-date

Penagihan dilakukan secara sistematis sesuai dengan Standar Operational Perusahaan. Seorang Account Receivable bertugas untuk menagih klien yang telah menggunakan dan memesan jasa atau produk yang dimiliki oleh perusahaan. Kenapa dilakukan penagihan secara up-to-date? Hal ini dilakukan agar Account Receivable memiliki informasi teraktual mengenai klien mana saja yang belum melakukan pelunasan pembayaran. Dengan begitu dapat meminimalisir kesalahan yang terjadi terkait dengan penagihan uang. 

2. Menghasilkan dan mengirimkan faktur pembayaran

Didalam proses pembelian barang, faktur adalah hal yang sangat penting. Faktur bisa diartikan sebagai kwitansi pembayaran dalam kondisi pribadi. Tetapi dalam ranah perusahaan, kwitansi ini disebut dengan Faktur. Faktur merupakan lawan dari PO (Purchase Order) yang memiliki arti Order Pembelian. Jadi setelah klien mengirimkan Purchase Order (PO), seorang Account Receivable akan membuat dan mengirimkan Faktur kepada klien yang melakukan pemesanan.

3. Menindaklanjuti, mengumpulkan dan mengalokasikan pembayaran

Setelah dilakukan pembayaran oleh klien, Account Receivable bertugas untuk menindaklanjuti pembayaran tersebut dengan cara mengumpulkan dan mengalokasikan pembayaran tersebut sesuai dengan kebijakan perusahaan. 

4. Melakukan penagihan, pengumpulan dan pelaporan kegiatan sesuai tenggat waktu yang telah ditentukan

Jika ada klien yang menunggak pembayaran, maka Account Receivable bertugas untuk menagih klien tersebut dan melakukan perjanjian ulang, atau secara sederhananya meminta klien tersebut membuat pertanyaan kesiapan pelunasan pada tanggal yang tepat dan spesipik. Setelah selesai, akan dilakukan pengumpulan data sebagai bahan laporan untuk atasan dan sebagai bahan penelitian AR Aging.

5. Melakukan pemantauan akun pelanggan untuk non-pembayaran, pembayaran tertunda dan penyimpanan tertunda

Seorang Account Receivable bertugas untuk melakukan pemantauan terhadap klien dalam proses pembayaran. Data-data yang dihasilkan nantinya akan dijadikan sebagai bahan laporan mengenai track record seorang klien dari awal sampai akhir. Inilah yang disebut dengan AR Aging. Dari sini Account Receivable dapat menilai kepatuhan seorang klien. Jika dirasa terdapat kesalahan atau keterlambatan yang terlalu sering, maka bisa dilakukan blacklist terhadap perusahaan yang melakukan keterlambatan tersebut.

6. Mengatasi jika terjadi perbedaan pembayaran

Jika ditemukan adanya kesalahan dalam jumlah pembayaran yang dilakukan oleh klien, maka seorang Account Receivable harus menyelesaikan masalah ini hingga ditemukan nominal yang tepat untuk kedua belah pihak.

Berikut ini adalah beberapa tanggung jawab dari seorang Account Account Receivable:

  • Dapat menghasilkan hasil analisis usia (AR Aging)
  • Melakukan review AR Aging untuk memastikan kepatuhan klien
  • Memelihara file dan catatan hutang pelanggan
  • Mengikuti prosedur yang telah ditetapkan untuk proses kuitansi, uang tunai dan lain-lain.
  • Memproses pembayaran kartu kredit
  • Menyiapkan deposito bank
  • Melakukan analisis dan menyelesaikan permintaan pelanggan
  • Menyesuaikan proses pembayaran
  • Mengembangkan sistem pemulihan dan melakukan upaya pengumpulan
  • Melakukan komunikasi dengan klien melalui media telepon, email atau melalui surat.
  • Membantu Closing akunting di akhir bulan
  • Mengumpulkan data dan menyiapkan matriks bulanan

Kualifikasi yang harus dipenuhi untuk bisa menjadi Account Receivable

Untuk bisa menjadi seorang Account Receivable, Anda setidaknya harus memiliki gelar Diploma 3 jurusan akuntansi dengan pengalaman kerja lebih dari 3 tahun dibidang akuntansi umum dan seorang Sarjana akutansi dengan pengalaman minimal 1 tahun. Tentunya kandidat yang dicari adalah kandidat yang memiliki pengetahuan tentang piutang dagang, administrasi dan prosedur kantor, prosedur pembukuan umum, prinsip akutansi umum, standar peraturan dan persyaratan kepatuhan serta memiliki kemampuan untuk mengoprasikan aplikasi akuntansi seperti Microsoft Excel, Accelera, dan lain lain.

Keahlian yang harus dimiliki oleh seorang Account Receivable

Untuk bisa menjadi seorang Account Receivable Anda harus bisa berpikir secara detail dan akurat, serta kemampuan komunikasi verba dan tertulis yang baik. Selain itu, Anda juga harus memiliki kemampuan organisasi dan cukup memahami tentang manajemen informasi serta mampu mengatasi masalah dengan tepat dan bisa bekerja dibawah tekanan.

Semoga informasi tentang Account Receivable ini dapat bermanfaat. Terima kasih atas kunjungannya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel